Ponorogo Gaspol Menuju Ponorogo Hebat 2029: Gebrakan Wisata, Sekolah Budaya, hingga Sawah Organik!

Ponorogo, Kamis 17 April 2025 — Kabupaten Ponorogo tancap gas memantapkan langkah menuju visi besar “Daerah Hebat 2029” melalui sinergi lintas sektor: pariwisata, pendidikan, lingkungan, dan pertanian. Dalam agenda Desk Rakortek untuk finalisasi RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2026, seluruh jajaran Pemkab bersama Bappeda Litbang dan OPD terkait bersatu merumuskan arah pembangunan dengan semangat kolaboratif dan inovatif.

Reog Mendunia, Wisata Meroket

Pariwisata Ponorogo kini tak sekadar soal destinasi—ini soal identitas. Di bawah komando Judha Slamet Sarwo Edi, Reog Ponorogo resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Festival Nasional Reog pun terus menjadi magnet, masuk Karisma Event Nusantara empat tahun berturut-turut. Bupati Sugiri, atau akrab disapa Kang Giri, menyebut ini sebagai “gerbang emas” untuk peningkatan PAD dan memperkenalkan Ponorogo ke pentas dunia.

Destinasi seperti Air Terjun Banaran, Goa Lawa, Waduk Bendo, hingga proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban, disiapkan sebagai lokomotif ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Pengenalan REOG Ponorogo, dimulai dari PAUD

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nurhadi Hanuri memaparkan sejumlah progran strategis demi kehebatan pendidikan di Ponorogo. Di antaranya, mendorong peningkatan akreditasi PAUD, penyelenggaraan pelatihan dan workshop bagi guru, serta peningkatan kualifikasi pendidik. “Penyusunan kurikulum lokal yang relevan juga menjadi perhatian dengan memasukkan pembelajaran Bahasa Jawa, reog, dan seni budaya khas Ponorogo lainnya,’’ terang Nurhadi.

Bersamaan itu, rogram Tahfidz Al-Qur’an mendasar Perbub Nomor 37 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Keagamaan Pada Pendidikan Dasar tetap berlanjut. Program Tahfidz itu mengharuskan lulusan SD dan SMP mampu membaca bahkan menghafal juz dalam Al-Qur’an. “Kami ingin memastikan anak-anak Ponorogo tumbuh dengan akhlak yang baik,’’ tegas kadindik.

Infrastruktur Jalan: Target Rampung dalam Dua Tahun

Bupati Sugiri menargetkan pembangunan seluruh jalan rusak di Ponorogo rampung dalam dua tahun ke depan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Jamus Kunto Purnomo, menyebutkan bahwa anggaran sebesar Rp 253,3 miliar dialokasikan untuk perbaikan jalan sepanjang 1.023 kilometer. Prioritas diberikan pada jalan dengan lalu lintas harian tinggi, akses distribusi barang, serta konektivitas antar kecamatan

TPA Pindah, Relokasi TPA Mrican akan dilaksanakan bertahap

Dari sisi lingkungan, Marjono selaku Plt. Kepala DLH memimpin inisiatif relokasi TPA Mrican ke Kecamatan Jenangan—jawaban atas overload sampah hingga 90 ton/hari. Di sisi lain, rehabilitasi 245 hektare lahan kritis dan penanaman 20 ribu pohon per tahun dilakukan untuk menyelamatkan debit mata air dan paru-paru alam Ponorogo.

Petani Hebat dengan Sawah Organik

Sektor pertanian tak ketinggalan. Kepala Dinas Pertanian Suprianto memperkenalkan program sawah organik 25 hektare per kelompok tani. Bukan hanya menjaga tanah tetap subur, langkah ini juga mengarah pada ketahanan pangan yang tangguh dan bebas residu kimia.

Kang Giri menyimpulkan: “Ponorogo tak hanya bergerak—kita melompat dengan strategi yang menyentuh akar dan budaya. Inilah Ponorogo Hebat, dari desa ke dunia.”

Ponorogo bersiap jadi bintang baru pembangunan daerah berbasis kearifan lokal, ekologi, dan edukasi berkualitas. Bukan sekadar mimpi, tapi peta jalan yang kini mulai dijalankan dengan penuh semangat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *