Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Ponorogo Tahun 2024/2025

Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, prevalensi stunting mengalami penurunan signifikan dari 21% pada 2021 menjadi 9,3% di tahun 2023, dan pada tahun 2024 diperkirakan telah turun menjadi 8%. Pemerintah Kabupaten Ponorogo, di bawah kepemimpinan Bupati Sugiri Sancoko, menargetkan angka stunting bisa ditekan hingga 4% pada tahun 2025. Capaian ini menjadi salah satu yang terbaik di Provinsi Jawa Timur dan mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Upaya percepatan penurunan stunting tidak terlepas dari berbagai kebijakan dan inovasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Salah satu kebijakan strategis adalah diterbitkannya Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 33 Tahun 2022 tentang percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Kebijakan ini mendorong peran aktif kepala desa, kader posyandu, dan tim penggerak PKK untuk melakukan intervensi langsung terhadap keluarga berisiko stunting. Selain itu, program “Ceting Beraksi” (Cegah Stunting Bersama dan Terintegrasi) juga menjadi inisiatif unggulan untuk membangun kesadaran masyarakat sejak dini mengenai pentingnya pemenuhan gizi ibu dan anak.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo juga secara rutin menyelenggarakan “Rembug Stunting”, yaitu forum koordinasi lintas sektor yang melibatkan dinas terkait, organisasi masyarakat, hingga tokoh agama. Dalam forum ini, disusun strategi konkret berbasis data untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah prioritas, serta memperkuat intervensi pada 1.000 hari pertama kehidupan. Tak hanya itu, Ponorogo juga menerapkan pendekatan unik berupa pemasangan tanda khusus pada rumah ibu hamil dan anak yang berisiko stunting, untuk memudahkan pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan oleh petugas kesehatan.

Pemberdayaan masyarakat menjadi kunci sukses penurunan stunting di Ponorogo. Edukasi kesehatan reproduksi dan gizi sejak dini terus digencarkan, termasuk bimbingan pra-nikah bagi calon pengantin melalui kerja sama antara Dinas Kesehatan dan Kementerian Agama. Langkah ini terbukti efektif karena calon pasangan suami-istri diberikan pemahaman tentang pentingnya kesiapan fisik dan mental dalam membentuk keluarga sehat dan mencegah stunting sejak sebelum kehamilan terjadi. Selain itu, penguatan peran keluarga dan komunitas juga menjadi perhatian melalui pelatihan kader dan fasilitator di tingkat desa.

Dengan penurunan angka stunting yang konsisten dari tahun ke tahun, Kabupaten Ponorogo menjadi salah satu contoh sukses di Indonesia dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting secara sistematis dan terukur. Harapannya, target nasional zero stunting dapat tercapai lebih cepat melalui praktik-praktik baik seperti yang dilakukan di Ponorogo. Keberhasilan ini juga diharapkan dapat direplikasi oleh daerah lain di Indonesia, dengan menyesuaikan karakteristik sosial, budaya, dan geografis masing-masing daerah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *